SISINDOTEK

I.T Solution | I.T Training | I.T Integration System

Earned Value Management

Earned Value Management

Earned Value Management (EVM) adalah sebuah teknik pengukuran performansi proyek yang mengintegrasiklan scope, time dan data biaya. Berdasarkan baseline performansi biaya, project manager dan timnya dapat menentukan seberapa baik projek memenuhi scope, waktu dan tujuan biayan dengan memperhitungkan informasi aktual dan membandingkan dengan baseline.

Baseline adalah proyek asli ditambah dengan perubahan-perubahan yang disetujui. Informasi aktual termasuk apakah sebuah item WBS telah selesai atau perkiraan barapa banyak pekerjaan telah selesai, kapan pekerjaan sebenarnya mulai dan selesai dan berapa banyak sebenarnya biaya yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan tersebut.

Earned Value Management meliputi perhitungan terhadap 3 nilai untuk setiap aktifitas atau summary aktifitas dari WBS proyek:

1. Planned Value (PV), dulu disebut budgeted cost of work scheduled (BCWS) atau disingkat budget, yaitu porsi dari total estimasi cost terencana yang sudah disetujui untuk dibelanjakan pada sebuah aktifitas selama periode waktu tertentu.

2. Actual Cost (AC), dulu disebut actual cost of work performed (ACWP) adalah total dari biaya langsung atau tidak langsung yang dipakai dalam penyelesaian pekerjaan pada sebuah aktifitas selama periode waktu tertentu.

3. Earned Value (EV), dulunya disebut budgeted cost of work performed (BCWP), yaitu sebuah estimasi dari nilai fisikal penyelesaian sebuah pekerjaan. Ini didasarkan pada biaya terencana yang original dari sebuah proyek atau sebuah aktifitas dan laju dari tim menyelesaikan proyek atau sebuah aktifitas pada saat tertentu. Rate Performance (RP) adalah ratio dari penyelesaian pekerjaan sesungguhnya terhadap persentasi dari perencanaan pekerjaan yang telah selesai pada waktu tertentu sepanjang periode pengerjaan proyek atau aktifitas.

Berikut contoh perhitunguan Earned Value Management:

1. Direncanakan untuk aktifitas pembelian dan instalasi sebuah Web server diperlukan total biaya sebesar $10,000 dan direncanakan akan dilaksanakan pada satu minggu tertentu. Berarti PV dari aktifitas tersebut pada minggu itu adalah $10,000

2. Pada minggu itu, rupanya biaya yang dikeluarkan untuk aktifitas tersebut sebesar $15,000 (karena untuk aktifitas ini total biaya dalam 2 minggu $20,000, berarti minggu ke-dua akan dikeluarkan biaya sebesar $5,000). Berarti Actual Cost pada minggu ini $15,000 dan minggu depan $5,000

3. Misalkan RP (Rate of Performance) adalah 50% dikarenakan waktu pekerjaan sudah selesai, sementara pekerjaan baru selesai 50 persen. Sehingga Earned Value dari minggu ini adalah 50% x $10,000 = $5,000

Activity Week 1
Planned Value (PV) – BCWS 10,000
Actual Cost (AC) – ACWP 15,000
Earned Value (EV) – BCWP 7,500
Cost Variance (CV) -7,500 (EV – AC) – over budget
Schedule Variance (SV) – 2,500 (EV – PV) – behind schedule
Cost Performance Index (CPI) 50% (EV/AC)
Schedule Performance Index (SPI) 75% (EV/PV)

· Cost Variance (CV) adalah EV dikurangi actual cost (AC). Jika CV negatif berarti biaya melakukan pekerjaan lebih besar dari biaya yang direncanakan. Jika positif berarti biaya melakukan pekerjaan lebih kecil dari yang direncanakan

· Schedule Variance (SV) adalah EV dikurangi planned value (PV). Jika nilainya negatif, waktu pekerjaan melebihi dari yang direncanakan (behind schedule atau memakai waktu yang lebih lama dibandingkan dengan yang direncanakan). Jika nilainya positif berarti waktu yang diperlukan lebih kecil dibandingkan dengan yang direncanakan (pekerjaan selesai lebih cepat; ahead of schedule)

· Cost Perfomance Index (CPI) adalah ratio dari EV terhadap actual cost ( EV/AC) dan dapat digunakan untuk mengestimasi proyeksi biaya penyelesain proyek. Jika CPI = 1 atau 100%, maka planned cost dan actual cost sama (biaya yang dikeluarkan sama dengan yang direncanakan). Jika nilai ini lebih kecil dari 1 atau 100% berarti proyek over budget sebaliknya jika lebih besar dari 1 atau 100% berarti proyek under budget (biaya yang dikeluarkan lebih kecil dibandingkan dengan biaya yang direncanakan).

· Schedule Performance Index (SPI) adalah ration dari EV terhadap planned value dan dapat digunakan untuk mengestimasi proyeksi waktu penyelesaian proyek. Sama dengan CPI, jika sama dengan 1 atau 100% berarti proyek on schedule. Jika lebih besar dari 1 atau 100% berarti proyek selesai lebih cepat (ahead of schedule) dan jika lebih kecil dari 1 atau 100% berarti proyek selesai lebih lambat dibandingkan dengan yang direncanakan (dengan kata lain behind schedule)

Dari nilai-nilai di atas dapat dihitung:

· Estimate at Completion (EAC) yaitu estimasi cost yang diperlukan sampai proyek selesai (pada waktu tertentu, saat proyek dievaluasi dengan EVM), EAC = BAC/CPI atau (AC/EV) * Total biaya proyek yang direncanakan. EAC kadang dikenal sebagai Estimated Cost At Completion (ECAC)

· Estimate Time to Complete yaitu estimasi waktu penyelesaian proyek (pada waktu tertentu, saat proyek dievaluasi dengan EVM), ETC = Durasi proyek yang direncanakan/SPI atau (PV/EV) * Durasi proyek yang direncanakan. ETC kadang dikenal sebagai Estimate Time At Completion (ETAC)

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: