SISINDOTEK

I.T Solution | I.T Training | I.T Integration System

Android terdeteksi malware ?

INILAH.COM, Jakarta – Sebelumnya banyak laporan menyebutkan bahwa Android merupakan salah satu platform yang rentan terhadap serangan malware. Bagaimana saat ini?
Masalah malware di OS Android kini semakin meresahkan. Sebelumnya pada Juli 2011 firma Lookout Mobile Security menemukan 4 aplikasi yang mengandung malware. Firma Global Threat Center juga menyebut bahwa malware mobile juga semakin pesat pertumbuhannya. Selain itu, firma Jupiter Network juga melaporkan kenaikan sebesar 472 persen dalam jumlah virus baru.
McAfee pun selaku produsen perangkat anti virus juga melaporkan bahwa semua malware baru yang tumbuh dan lahir pada kuartal tiga tahun ini semuanya ditujukan platform OS Android.
Pada laporan kuartal ketiganya, McAfee menunjukkan bahwa pertumbuhan malware OS Android dapat terus berkembang. Menurut McAfee malware-malware yang tumbuh memang sengaja dibuat untuk menyerang OS Android, dan angkanya pun naik sebesar 37 persen. Angka-angka ini menunjukkan bahwa 2011 merupakan tahun tersibuk dalam sejarah malware dunia.
“Hampir semua mobile malware pada Q3 menyerang Android. Ini juga mengikuti pertumbuhan sebesar 76 persen dalam pertumbuhan malware Android pada Q2 2011,” tulis pihak McAfee di laporannya.
Pada akhir 2010 lalu, McAfee memprediksi bahwa jumlah malware akan mencapai angka 70 juta buah pada akhir 2011, namun prediksi tersebut direvisi hingga mencapai angka 75 juta buah.
Selain itu, pihak McAfee juga mengatakan bahwa para pembuat malware mengatakan bahwa para pembuat malware saat ini memanfaatkan kepopuleran Android pada kuartal tiga tahun ini, karena semua malware baru yang tercatat di periode ini, semuanya mengarah pada OS Android.
“Salah satu bentuk malware terpopuler untuk penipuan pada Q3 adalah Trojan yang mampu mengirim SMS dan mengumpulakan informasi pengguna serta mencuri uang. Sementara bentuk yang terbaru adalah malware yang mampu merekam pembicaraan dan mem-forward-nya ke sang peretas,” ungkap pihak McAfee.
Beberapa malware lainnya yang mungkin sudah akrab dengan pengguna adalah Antivirus palsu, Autorun, Trojan pencuri password, dan lain-lain.
Sampai saat ini menyerang melalui web merupakan cara terbaik bagi para peretas untuk melakukan kesenangannya, entah itu melalui malware ataupun membuat situs phising. Meskipun begitu, McAfee menulis bahwa ‘situs-situs jahat’ saat ini sudah banyak berkurang dari yang tadinya berjumlah 7300 buah (Q2, 2011) hingga 6500 (Q3, 2011).
Apakah penyebab dari semua ini? Apakah karena terlalu terbukanya dan rentannya OS Android? Google pun sebagai pencetus situs ini harus terus mengembangkan sistem pertahanan Android, mengingat saat ini jumlah pengguna perangkat berbasis Android saat ini sudah mendominasi pasar
Selain malware, serangan hack dari kelompok-kelompok penjahat cyber pada 2011 juga semakin berkembang. McAfee melaporkan bahwa pada Q3 serangan peretas semakin membesar, terlebih karena ulah kelompok hacktivist Anonymous.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: